Cara Mendukung Jihad

Sumber: Sabili No. 14 Th. XVI 29 Januari 2009 / 3 Shafar 1430 H, hal 65

Jika belum berjihad, setidaknya siapkan diri untuk mencintainya. Jangan membenci, apalagi menghujat.

Menjadi pendukung jihad adalah salah satu usaha yang bisa kita amalkan ketika kemampuan berjihad belum datang dan belum kita miliki. Jihad adalah sebuah amalan tertinggi dalam Islam. Maka amalan ini memerlukan ilmu yang tinggi pula untuk mencapai derajat jihad yang sempurna. Jika kemampuan belum tiba, cara lain yang bisa dilakukan adalah menjadi pendukung jihad. Syekh Anwar al-Awlaki dan Muhammad al-Salim memberikan tips menjadi pendukung jihad.

1. Memiliki Perhatian
Allah berfirman: “Jika mereka berniat hendak berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan…” (QS at-Taubah: 46) Salah satu persiapan yang harus dimiliki adalah perhatian yang tinggi terhadap masalah yang memerlukan amalan jihad. Persyaratan minimal yang perlu dipersiapkan dalam jihad, menurut Abu Qudamah setidaknya terdiri dari 5 macam. Pertama, seorang Muslim dan memiliki pemahaman Islam yang baik. Kedua, telah menginjak usia dewasa. Baik dalam hal fisik maupun pemikiran. Ketiga, sehat secara ruhani, tak memiliki gangguan pemikiran. Keempat, memiliki kemampuan finansial. Kelima, tidak memiliki keterbatasan fisik yang nantinya akan memberatkan.

2. Doa Syahid
“Siapa saja yang berdoa dan meminta kepada Allah agar dianugerahkan kesyahidan, maka Allah akan memberinya pahala syahid meski ia mati di atas kasur,” demikian hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Berdoa kepada Allah menjadi salah satu kewajiban orang-orang yang mendamba syahid. Tapi berhati-hatilah dalam doa ini, jangan sampai hanya penghias bibir belaka.

3. Jihad Harta
Jihad harta selalu dibutuhkan dalam segala bentuk jihad. Jihad memerlukan seluruh kemampuan finansial umat Islam. Tak ada jihad yang tak meminta pengorbanan. Dan salah satu pengorbanan besar yang bisa kita berikan adalah jihad finansial. Al-Qurtubi dalam tafsirnya menjelaskan, dalam shadaqah setiap pemberian dilipatgandakan menjadi 10 kali. Tapi dalam jihad, Allah akan melipatgandakan setiap finansial yang kita berikan sebanyak 700 kali.

4. Mobilisasi Dana
Selain berjihad dengan harta sendiri, memberikan semangat dan inspirasi pada saudara, kerabat, dan sahabat untuk melakukan hal yang sama adalah amalan mulia. Dengan memobilisasi dana, kita telah menunaikan tahapan awal dari sebuah persiapan ihad yang panjang.

5. Bekal untuk Mujahidin
Rasulullah saw telah mengabarkan janji, barangsiapa memberikan bekal pada mujahidin yang berjuang di jalan Allah, maka pahala yang sama akan didapatkan. Amalan ini menjadi sebuah amalan sinergi yang akan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka yang ingin berjihad dengan orang-orang yang memiliki kekayaan agar memiliki pahala jihad yang sama di depan Allah swt.

6. Memelihara Keluarga Mujahid
Memberikan perlindungan kepada keluarga yang ditinggal berjihad adalah salah satu usaha dan amalan mendukung jihad. Memenuhi kebutuhan mereka, menyiapkan keperluan finansial keluarga yang ditinggalkan. Siapa saja yang memeilhara keluarga para mujahid, akan mendapatkan pahala setengah dari amalan jihad, demikian riwayat Muslim. Bahkan ada ancaman dari Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, “Siapa saja yang tidak pernah berjuang atau tidak memelihara keluarga pejuang, akan mendapatkan bencana sebelum kematiannya.”

7. Menjaga Keluarga Syahid
Orang-orang yang telah gugur di jalan Allah, sesungguhnya telah mengorbankan hidup dan jiwanya untuk kepentingan orang lain. Mereka berjuang demi menjaga kepentingan kaum Muslimin, baik yang di Iraq, Afghanistan, terlebih di Palestina. Karena itu, melayani dan memmenuhi kebutuhan keluarga para syahid menjadi kewajiban para pendukung jihad. Memelihara anaknya, dan jika memungkinkan menikahi istri yang ditinggalkannya.

8. Memelihara Keluarga Tahanan
Dalam kasus perjuangan pembebsan Palestina, sekian ribu suami ahrus mendekam dalam penjara Israel. Menjadi tanggung jawab kaum Muslimin untuk memelihara keluarga yang ditinggal. Menyiapkan kebutuhan dan memenuhi keperluannya. Jika kaum Muslimin tidak melakukan hal ini, maka sama artinya dengan menelantarkan amanah yang telah dititipkan Allah swa kepada kita semua.

9. Zakat untuk Jihad
Salahs satu penerima zakat yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah mereka yang berada di jalan Allah untuk jihad fi sabilillah. Maka dalam kasus-kasus tertentu ketika perjuangan menuntu kebutuhan finansial yang sangat besar maka peruntukan zakat bisa dialokasikan untuk perjuangan umat Islam. Memberikan zakat untuk keperluan jihad ada salah satu amalan yang bisa dilakukan oleh para pendukung jihad.

10. Obat untuk Jihad
Dalam sebuah konflik seperti yang terjadi di Palestina, keperluan obat dan perawatan medis adalah salah satu bentuk usaha untuk mendukung jihad. Sekian banyak dokter dan tenaga medis yang dimiliki oleh kaum Muslimin harus dimobilisasi untuk memberikan bantuan dan perhatiannya kepada wilayah-wilayah jihad yang diperlukan. Mereka yang terluka memerlukan bantuan dan perawatan. Tenaga medis dari kaum Muslimin memiliki kewajiban yang sangat besar dalam mendukung perjuangan dan jihad fi sabilillah.

11. Dukungan Moral
Andai saja seluruh kaum Muslimin bersatu padu, sungguh perjuangan ini akan terasa sedikit lebih ringan. Para mujahid berjuang di garis depan. Para imam memanjatkan doa di setiap masjid yang dipimpinnya. Para ulama mengeluarkan fatwa untuk mendukung perjuangan besar. Dan kaum Muslimin melakukan semua usaha semampunya, insya Allah perjuangan akan menjadi sebuah ikatan yang mempersatukan.

12. Pembela Mujahidin
“Barangsiapa menjaga kehormatan saudaranya, maka Allah akan memelihara wajahnya dari jilatan api neraka pada hari perhitungan,” demikian hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Jadikan diri kita, keluarga, dan anak cucu kita, sebagai orang-orang yang menjaga kehormatan para pejuang agama Allah di mana pun berada. Jangan sampai terlibat dan bersatu dengan orang-orang yang tidak mencintai jihad, tidak memberikan pertolongan dan malah melontarkan kebencian dan penghinaan. Setidaknya, jika belum setuju dan belum sependapat, tutupkan mulut rapat-rapat.

13. Melawan Media Pendusta
Media menjadi ujung tombak yang memutarbalikkan fakta hari ini. Terutama media Barat, semua fakta telah dialihkan permasalahan utamanya, dan diterima dengan menyesatkan oleh seluruh pembaca, pendengar, dan pemirsanya. Media telah merusak citra para pejuang. Hamas yang sedang membela dan memperjuangkan kepentingan umat Islam di Palestina, citranya berubah menjadi penjahat dan teroris kelas wahid di dunia. Maka menjadi kewajiban kaum Muslimin pendukung jihad untuk meluruskan kembali dan memberikan berita yang benar kepada saudaranya Muslim yang lain.

14. Bongkar Kemunafikan
Hari ini musuh-musuh Islam tahu benar bagaimana caranya menggunakan senjata kemunafikan para pemimpin menjadi senjata yang ampuh untuk melumpuhkan umat Islam. Kemunafikan dan pengkhianatan para pemimpin dunia Islam harus dibongkar, dan menyajikan wajah mereka dalam bentuknya yang asli adalah salah satu upaya mendukung jihad.

15. Kekuatan Doa
Jangan pernah meremhkan arti kekuatan doa. Panjatkan selalu doa untuk para pejuang Islam di mana pun, terlebih di Palestina. Sisipkan doa kapan pun utnuk saudara-saudara Muslim kita yang sedang teraniaya. Dalam sujud kita, pada duduk menjelang salam, dalam perjalanan, bahkan saat hujan sangat deras ketika malaikat dikabarkan turut turun dari langit menuju bumi. Tangan yang tertangkup menengadahkan doa, sama kuatnya dengan tangan yang mengepal senjata, insya Allah.

16. Ikuti dan Sebarkan
Pantau terus berita dan perkembangan tentang seluruh peristiwa jihad, terutama yang sedang terjadi saat ini di Palestina. Jangan berhenti sampai di sana, sebarkan dengan niat dakwah melalui email, website, SMS, dan seluruh metode yang mungkin dan bisa dilakukan. Jangan anggap enteng me-reply sebuah seruan atau informasi tentang perjuangan umat Islam. Di sisi Allah, timbangannya akan sangat besar dan berat.

17. Peran Ulama dan Intelektual
Peranan ulama dan intelektual menjadi sangat penting dalam peristiwa-peristiwa seperti sekarang. Ulama dan intelektual adalah lentera dan penerang bagi umat Islam. Maka sangat penting untuk menggalang kebersamaan dari ulama dan umat Islam untuk memberikan dukungan melalui fatwa dan penjabaran informasi yang meluruskan.

18. Suplai Informasi
Bagi orang yang tidak dalam kategori ulama dan intelektual, ada satu hal yang sangat penting yang bisa dilakukan. Yakni menyuplai dan memberikan informasi, foto, dan keterangan tentang peristiwa perjuangan umat Islam. Keterangan, foto, dan berbagai informasi ini kelak akan menjadi bahan bakar dari batu bara dalam setiap khutbah yang mereka ucapkan, insya Allah.

19. Fiqh Jihad
Mempelajari fiqh jihad menjadi kewajiban bagi orang-orang yang ingin dan hendak mendukung gerakan jihad. Ingat, jihad adalah amal terbesar dalam Islam. Dan amal terbesar tidak akan tercapai kecuali dengan ilmu tertinggi. Semoga Allah meringankan dan memudahkan langkah kita untuk menjadi para pendukung jihad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s