Seruan Ibnu Qayyim al-Jauziyah

Sumber: Syaikh Abu Mus’ab az-Zarqawi, Ke Baghdad Aku Meminang Bidadari (diterjemahkan oleh Ahmad Ilham al-Kandari), Klaten: Kafayeh Cipta Media, Cet. I, Desember 2007

Ibnul Jauzi naik ke mimbar dan berkhutbah di hadapan manusia. Beliau menggelorakan semangat mereka untuk berjihad dan melindungi wilayah Islam, serta melindungi kaum muslimin dari serangan orang-orang kafir. Setelah melihat manusia tidak mau pergi berperang, beliau berkata:

“Wahai manusia, mengapakah kalian
melupakan agama kalian?
Mengapakah kalian menanggalkan harga
diri kalian?

Mengapa kalian tidak mau menolong agama
Allah, sehingga Allah pun tidak menolong
kalian?

Kalian kira harga diri (izzah) itu milik
orang musyrik, padahal Allah telah jadikan
harga diri itu milik Allah, Rasul-Nya, dan
orang-orang yang beriman.

Celaka kalian! Tidak pedih dan terlukakah hati
kalian melihat musuh Allah dan musuh kalian
menyerang tanah air kalian yang telah disuburkan
oleh bapak-bapak kalian dengan darah? Musuh
menghina dan memperbudak kalian, padahal dulu
kalian adalah para pemimpin dunia! Tidakkah hati
kalian bergetar dan emosi kalian meledak
menyaksikan saudara-saudara kalian dikepung
dan disiksa dengan berbagai siksaan oleh musuh?

Hanya makan minum dan bernikmat-nikmat dengan
kelezatan hidup sajakah kalian, sementara
saudara-saudaramu di sana berselimutkan jilatan
api, bergelut dengan kobarannya dan tidur di atas
bara?

Wahai manusia!

Sungguh perang suci telah dimulai, penyeru jihad
telah memanggil, pintu-pintu langit telah terbuka.
Jika kalian tidak mau menjadi pasukan berkuda dalam
perang, bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka
bisa berperang! Pergi saja kalian dan ambillah kerikil
dan celak mata… wahai wanita-wanita bersurban dan
berjenggot!

Jika tidak, pergilah mengambil kuda-kuda, inilah dia
tali kekangnya untuk kalian…!

Wahai manusia, tahukah kalian dari apa tali kendali
dan kekang ini dibuat? Kaum wanita telah memintalnya
dari rambut mereka karena mereka tidak lagi punya
apa-apa selain itu. Demi Allah, ini adalah gelungan
rambut wanita-wanita pingitan yang belum pernah
tersentuh oleh sinar matahari karena mereka sangat
menjaga dan melindunginya; mereka terpaksa memotongnya
karena zaman bercinta sudah selesai dan babak perang
suci telah dimulai, babak baru perang di jalan Allah!

Jika kalian masih tidak sanggup mengendalikan kuda,
ambil saja tali kekang ini dan jadikanlah sebagai kucir
dan gelang rambut kalian, sebab tali kekang itu terbuat
dari rambut wanita! Sungguh, berarti tidak ada lagi
perasaan dalam diri kalian!”

Setelah itu, Ibnul Jauzi melempar tali kekang itu dari atas mimbar di hadapan khalayak ramai seraya berteriak lantang, “Bergeraklah wahai tiang-tiang masjid, retaklah wahai bebatuan, dan terbakarlah wahai hati! Sungguh, hati ini sakit dan terbakar, para lelaki telah menanggalkan kejantanan mereka!!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s